Dulu, aku pikir orang yang mengatakan waktu terlalu cepat berlalu hanya kiasan. Dia mungkin hanya sedang meromantisasi keadaan. Namun, ternyata memang ada banyak hal yang berubah dan aku seolah tak punya kekuatan apa-apa untuk menolak atau sekadar memperlambat. Dulu, di perpustakaan daerah, rasanya aku masih melihatmu menggebu-gebu. Aku rasa kamu sedang ingin-inginnya belajar biar lolos tes masuk STAN. Namun, tak tidak ada yang tahu. Mungkin kamu kehilangan fokus karena sesuatu, mungkin memang belum rezeki. Tapi, mimpi untuk tetap kuliah rasanya belum padam. Kamu bekerja di Jakarta, mengumpulkan satu demi satu, dan kini telah memetiknya satu demi satu. Aku pikir dunia sekarang sedang berbunga-bunga. Ya, setidaknya duniamu. Salah satu impianmu sudah terwujud. Aku liat kamu membagikan momen lulus kuliah. Selamat ya. Mungkin, sebentar lagi mimpi mimpimu yang lain juga segera dipetik. Rasanya aku ingin segera melihat mimpi yang lain itu terwujud. Melihatmu bisa seperti ini sun...
Tidak ada purnama dilangit kali ini. Hanya sedikit bintang, langit yang kemerahan terpapar kerlip lampu kota Juga udara, Yang semakin dingin. Serta tubuh yang menggigil Oleh karena read WhatsApp
Zaman telah berubah, teknologi semakin pesat berkembang, gaya berkomunikasipun kini berubah. Tak melulu dengan bertatap muka, kini mahasiswa bisa menghubungi dosen dengan handphone. ( foto : www.cerpen.co.id) Setelah melalui perkuliahan sekitar 3 semester ini, mulailah kita dihadapkan dengan berpuluh tugas yang menanti untuk diselesaikan. Belakangan ini teman - teman seangkatan saya mulai merasakan ribet ketika akan menemui dosen, entah itu untuk konsultasi paper , menumpuk tugas dll. Keberadaan dosen yang seringkali tidak bisa ditebak memaksa kita untuk berkirim pesan melalui SMS, Whatshap, atau Line. Kadang ada dosen yang dengan menyenangkanya membalas pesan yang kita kirim, lalu pertemuan untuk konsultasi bisa dilaksanakan, tapi tak jarang juga yang justru hanya dibaca tanpa balasan, esoknya d...
Komentar
Posting Komentar